Orang dan Bambu Jepang (catatan seorang Gai-Jin) – Ajip Rosidi,

Ajip Rosidi. 208 halaman. Grafika Mardi Yuana Bogor : 2003, Pustaka Jaya 2009. ISBN: 9789794193662
Ajip Rosidi. 208 halaman. Grafika Mardi Yuana Bogor : 2003, Pustaka Jaya 2009. ISBN: 978979419366 

Diresensi oleh: Rena Asyari

Di dalam bukunya ini Ajip menceritakan tentang kehidupan orang Jepang, Ajip yang tinggal di Kyoto dari tahun 1980 dan menjadi pengajar bahasa dan kebudayaan Indonesia di Osaka Gaikokugo Daigaku sejak tahun 1981 menuliskan pengamatannya berdasarkan pengalaman pribadi.

Bambu Jepang, menjadi bagian dari judul buku ini. Ajip melihat bambu di Jepang tumbuh sendiri-sendiri, individual, tak berumpun tetapi orang-orang Jepang lebih suka mengerjakan sesuatunya berkolompok berbeda dengan di Indonesia bambunya berumpun tapi orang-orangnya individualistik (hal:14-15).

Ajip juga menceritakan bahwa orang Jepang menganut budaya malu, sistem Senpai – Kohai (senior – junior) kental sekali di Jepang. Dan Jepang juga menempatkan bangsa yang telah mengalahkan mereka seperti orang barat di tempat yang tinggi, sedangkan bangsa yang mereka taklukan di tempat yang rendah.

Adapun sistem kerja di Jepang menurut Ajip para pekerja biasanya bekerja sampai pensiun, mereka loyal pada satu perusahaan, sebaliknya jika di Barat, keluar masuk perusahaan untuk mencari pengalaman. Begitu juga dengan sistem kereta apinya, di Jepang stasiun kereta api selalu ada di pusat kota, di Barat selalu jauh dari keramaian.

Sistem kereta api di Jepang sangat padat jadwal, dalam 10 menit bisa 6-9 keberangkatan kereta api dengan masing-masing kereta 8-10, hal itu dikarenakan mobilitas orang Jepang yang tinggi. Mereka suka bepergian dan bekerja, jarang yang terus menerus ada di rumah.

Sayangnya di Jepang wanita ditempatkan lebih rendah daripada pria, tetapi meskipun begitu istri-istri ini memegang kendali uang suami, bahkan uang suami dijatah oleh istri.

Jepang mengalami empat musim, haru atau dikenal dengan musim semi, natsu atau musim panas, aki atau musim gugur dan fuyu atau musim dingin. Ketika musim semi orang Jepang biasa piknik, mereka bersantai di bawah pohon sakura bersama keluarga, mereka menamainya hanimi.

Orang Jepang tak pernah bosan dengan rutinitas, kebiasaan. Itu yang menyebabkan mereka bisa bekerja sampai pensiun di satu perusahaan. Seperti halnya pesumo yang direkrut ketika usia SD dan baru mencapai masa keemasaannya pada umur 25 tahun.

Menurut pengamatan Ajip pula, orang di Jepang tak suka bohong, pedagangnya tak pernah bohong pula, mereka seperti menganut sistem-sistem islami, kata Ajip.

Di Jepang RS berkewajiban merawat pasien tak peduli ada uang atau tidak. Perawat di sana pun sangat gesit, tak pernah santai, tak pernah mengobrol dengan perawat lainnya. Bahkan, dokter di Jepang melakukan tensi sendiri kepada pasien. Pemeriksaan pasien lama, dokter bertanya tentang latar belakang penyakit pasien sehingga diagnosa tepat sangat berbeda dengan di Indonesia yang menganut sistem Belanda bahwa dokter berbeda dengan apotik. Di Jepang yang menganut sistem Amerika, dokter menyediakan obat juga. Kasus mal praktek di Jepang diusut tuntas dan pengadilan di sana adil terhadap pasien.

Bunuh diri tidak dilarang di Jepang, bahkan dianggap sebagai salah satu jalan terhormat dalam menyelesaikan berbagai kesulitan hidup. Salah satu tempat untuk bunuh diri di Jepang adalah Gunung Fuji, gunung tertinggi di Jepang ini puncaknya selalu diliputi salju dan pada musim dingin salju amat tebal sehingga orang yang tinggal di situ pada beberapa hari akan mati beku tertimbun salju. Pada tahun 2002-2003 polisi menemukan 78 mayat di gunung Fuji. Selain bunuh diri di gunung Fuji juga ada harakiri yaitu cara bunuh diri dengan merobek perut, sastrawan Jepang yang harakiri adalah Mishima Yukio 1970 dan Kawabata Yasunari 1972.

Informasi yang dibeberkan Ajip dalam buku ini cukup lengkap sebagai bahan referensi tentang karakter dan kondisi di Jepang. Meskipun ini termasuk bacaan yang ringan karena gaya tutur Ajip yang ringan tapi sungguh buku kaya informasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s