Manusia Sunda, Sebuah Referensi Ajip Rosjidi

 

Oleh : Rena Asyari

koleksi seratpenaBerbicara tentang Sunda maka kita tak akan lepas dari karya-karya Ajip Rosidi. Jika Mochtar Lubis menulis tentang manusia Indonesia, maka Ajip Rosidi menulis tentang Manusia Sunda. Apakah ciri-ciri khas manusia Sunda? Bagaimanakah sifat-sifat khasnya? Siapakah yang dapat dianggap sebagai wakil representatif manusia sunda sekarang?

Ajip mengambil contoh manusia Sunda dari tokoh imajiner sastra lama seperti Sangkuriang, si Kabayan, Mundinglaya Di Kusumah dan Purba Sari Ayu Wangi. Ajip juga mengambil contoh imajiner lainnya dari tokoh-tokoh sastera baru yaitu Raden Yogaswara, Dewi Pramanik-Ratna Suminar, juga Karnadi. Selain tokoh imajiner Ajip mengambil contoh manusia Sunda yang real/nyata dari tokoh-tokoh sejarah sunda yaitu Dipati Ukur, Ki Tapa, Pangeran Kornehl, Haji Hasan Mustapa dan Dewi Sartika.

Ajip mengaku banyak sekali hambatan yang ditemui untuk membuat kriteria manusia Sunda, bahwa bahasa Sunda hampir sama dengan bahasa Jawa, minimnya manusia Sunda yang menyusun kamus B.Indonesia menyebabkan manusia Sunda tidak bisa mengklaim bahwa kata yang diberi tanda berasal dari bahasa Jawa padahal bisa saja itu dari bahasa Sunda. Begitupun dengan pakaian nasional kebaya yang diklaim berasal dari Jawa padahal menurut Moh. Roem justru itu adalah pakaian Sunda.

Adanya bukti sejarah yang menunjukkan bahwa Tarumanegara dengan rajanya Purnawarman adalah raja pertama di P.Jawa di Sunda pada abad ke-5. Mengenai agama, di Sunda Islam mendapat tempat hal ini bisa dilihat dengan adanya DI/TII yang didirikan oleh Kartosuwiryo.

 

Tokoh-tokoh Sastra Lama :

Menurut Ajip, pernikahan Sunda lintas suku jarang terjadi sehingga tak ada roman sastra seperti roman-roman di Minangkabau. Hal ini dapat dilihat dari sastra Sunda Sangkuriang, Sangkuriang menolak Incest, Dayang Sumbi tak sudi menikah dengan anaknya sendiri. Si Tumang merupakan tokoh dalam sastra Sunda Sangkuriang, ayah Sangkuriang. si Tumang adalah anjing, dan Dayang Sumbi merupakan anak babi Celeng Wayungyang. Ini membuktikan manusia Sunda zaman dulu mengadakan pemujaan terhadap binatang, meskipun kita tahu sekarang ini bahwa kedua binatang ini Anjing dan Babi menjadi binatang yang sangat dihindari oleh manusia Sunda karena tingkat religiutas yang tinggi.

Tokoh Sangkuriang melukiskan bahwa pada dasarnya manusia mempunyai kekuatan yang luar biasa asal dilakukan untuk tujuan yang benar. Dayang Sumbi dan Sangkuriang merupakan cermin tentang pembentura n2 orang pribadi yang masing-masing yakin akan kebenaran pendiriannya.

Tokoh kabayan mencerminkan watak orang malas tidak mempunya cita-cita yang tinggi, bodoh tapi tertib pada aturan, dan menggambarkan hubungan mertua dan menantu bahwa setelah menikah orang Sunda tinggal dengan mertuanya sampai punya rumah, dan bagi manusia Sunda masalah sex bukanlah sesuatu yang tabu hal ini tercermin dari beberapa cerita Kabayan yang seringkali mengambil tema tentang sex.

Dilihat dari sastra si Kabayan, cerita si Lengser dan si Cepot menandakan manusia Sunda bersifat penggembira dan suka tertawa.

Sedangkan pada sosok Mundinglaya mencerminkan watak yang patuh menjalankan perintah sampai akhirnya mencapai kebahagiaan, seorang satria yang tampan berhati berih, jujur, setia, mengabdi kepada raja dan mengasihi orang-orang miskin.

Sedangkan Purbasari digambarkan sebagai sosok yang cantik lahir batin.

Dalam cerita Mundinglaya Di Kusumah atau Lutung Kasarung ini mengisahkan tentang datangnya orang-orang India yang berkulit hitam ke tanah Sunda. Purbasari yang meladang juga mengisyaratkan bahwa manusia Sunda berladang dan mulai mengenal kisah asal mula padi dalam cerita pantun Nyi Pohaci Sanghyang Sri menurut cerita tersebut padi, tebu, pohon aren (makanan Sunda) berasal dari makanan Sanghyang Sri yang merupakan anak angkat Batara Guru (Siwa).

Dalam cerita Mungdinglaya dan Lutung Kasarung tersimpan dasar kepercyaan manusia Sunda bahwa kebenaran dan keadilan akan menang dari keserakahan.

Tokoh-tokoh Sastra Baru :

Ada beberapa tokoh fiksi sastra yang bisa dijadikan panduan untuk menentukan siapakah sebenernya manusia sunda itu?

  1. Raden Yogaswara tokoh mantri Jero yang diciptakan oleh R. Memed Sastrahadiprawira tahun 1928 merupakan sosok idaman orang Sunda pada awal abad ke-20, sifatnya sama seperti Mundinglaya Di Kusumah.
  2. Dewi Pramanik dan Ratna Suminar tokoh wawacan Purnama Alam yang diciptaan oleh R. Suriadireja tahun 1922, Dewi Pramanik ini seperti halnya Purbasari. Yogaswara dan Dewi Pramanik percaya bahwa keberhasilan manusia ditentukan oleh keturunannya dan oleh uga (takdir).
  3. Karnadi adalah tokoh dalam Rasiah nu Goreng Patut yang ditulis oleh Sukria – Yohana pada tahun 1927. Karnadi digambarkan sosok pemberontak, wajahnya buruk rupa tapi ingin mempersunting Eulis Awang janda yang cantik matre, maka dilakukanlah banyak kebohongan. Karnadi berbohong bahwa dirinya kaya raya padahal sebenarnya sangat miskin. Karnadi juga mendobrak kepercayaan bahwa yang dapat  berbicara halus hanya kaum menak, Karnadi yang tak sekolah pun ternyata bisa bicara halus.

Ajip sendiri tidak langsung mendefinisikan manusia Sunda secara gamblang, dia hanya mengambil contoh-contoh yang sudah ada, karena tentu membuat karakter manusia Sunda tidaklah gampang dan tidak boleh gegabah. Tapi Ajip yakin, tokoh-tokoh sastra sunda maupun tokoh-tokoh sejarah merupakan representatif dari manusia sunda seutuhnya. Meski pada kenyataannya sekarang kita tidak lagi menemukan sosok manusia sunda seperti mereka, tapi manusia Sunda sekarang berganti seiring kemajuan zaman dan teknologi. Mungkin tinggal sedikit saja tersisa watak-watak Mundinglaya, Sangkuriang, Yogaswara, Dipatiukur, Pangeran Kornel dan Dewi Sartika di era sunda modern ini.

Referensi : Manusia Sunda, Ajip Rosidi, Kiblat 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s