Seratpena : Pengenalan Seni dan Sastra pada TK Al-Inayah Bandung

Bandung, 1 April 2016

“ Pagi TK AL Inayah Bumi Harapan Cibiru Bandung…”

“Pagi…..” Suara anak-anak bergemuruh lantang tanpa beban..

seratpena_al inayah

Pagi itu sudah berkumpul massa anak-anak kurang lebih 70 anak di Lapangan. Seratpena diundang untuk memberi apresiasi seni dan sastra pada adik-adik TK Al Inayah. Sebuah kebahagiaan bagi Seratpena untuk berada diantara anak-anak usia 4-6tahun. bagi kami sendiri ini adalah salah satu cara untuk menjadi bahagia, melihat kekonyolan dan ide-ide cerdas yang muncul tanpa duga. Ibu guru TK pun berkumpul mendampingi anak-anaknya. Acara kami bagi dalam 2 sesi. Sesi pertama untuk kelompok anak usia 4 dan 5 tahun. sedangkan kelompok ke 2 adalah anak-anak berusia 5 dan 6 tahun yang siap-siap akan masuk SD.

Seratpena dengan sound sistem sederhana berupa mixer dan speaker kecil, kertas karton yang akan diberi gambar dan buku cerita sederhana hasil rangkuman dari sebuah cerita karya:…..  dan kita beri gambar ilustrasi. Seratpena mengajak anak-anak untuk mengenal dan mememori proses menggambar. Harapan kami, mereka akan berani dan memiliki kreativitas dalam bentuk visual serta menuangkannya. Seratpena juga mengajak bernyanyi, menebak lagu, membangkitkan memori, melalui melodi dan menyanyikannya. Kami mengajak anak-anak untuk mendengarkan suara dan nada, mendengarkan kawannya yang sedang bernyanyi, lalu bergantian menyanyi. Kami berharap anak-anak dapat mengapresiasi seni, mampu mendengarkan saat yang lain sedang tampil. Baik, buruk apapun itu kita beri tepuk tangan. Keberanian untuk bersuara, tampil di depan menjadi hak setiap anak. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi bermental pemberani dan mampu mengapresiasi banyak hal disekitarnya.

Seratpena juga dalam waktu bersamaan membawakan dongeng, cerita tentang kemanusiaan. Tentang rasa yang harus dimiliki oleh setiap manusia, yaitu kasih sayang pada semesta. Pada sesama manusia, hewan, tumbuhan dan menjaga keseimbangan semesta. Melalui cerita, anak-anak juga dikenalkan dan dibiasakan mendengar cerita-cerita yang menumbuhkan rasa peduli. Ternyata anak-anak usia 4-6 tahun sudah mampu mememori dan menceritakan kembali apa yang dia dengar dan pandang. Terakhir kami ajak mereka untuk melihat buku yang kami bagikan, agar mereka memiliki minat untuk membaca.

Kepedulian, Toleransi, Cinta kasih bukan muncul secara tiba-tiba, namun kesemuanya harus dilatih dan dibiasakan. Dan membaca buku adalah salah satu cara menumbuhkan rasa yang positif sekaligus gudang pengetahuan. Seratpena juga menyampaikan pada beberapa orang tua, guru dan kepala sekolah..mari kita berhenti menghakimi anak-anak yang lebih mencintai gadgetnya, games di dalam tabnya. Mari kita mulai memberi hal-hal lain untuk dapat diapresiasi oleh anak-anak. Seratpena yang berbahagia saat itu sangat berharap bahwa kedatangan kami semoga memberi memory yang positif dan menggerakkan anak-anak pada hal positif dan merangsang mereka untuk tumbuh lebih cerdas dan lebih menghargai sesama serta semesta. //dy//

seratpena al inyah 2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s