80 TAHUN AJIP ROSIDI: SPIRIT YANG MEMBARA UNTUK TELADAN GENERASI MILENIA

80 tahun Ajip Rosidi

Oleh: Dika Dzikriawan

Ajip Rosidi. Siapakah yang tidak mengenalnya?.

Ya, Ajip Rosidi adalah salah satu sastrawan kondang Indonesia, penulis, budayawan, dosen, pendiri dan redaktur beberapa penerbit, pendiri serta ketua Yayasan Kebudayaan Rancagé. Lahir di Jatiwangi kabupaten Majalengka, Jawa Barat pada tanggal 31 januari 1938. Anak sulung dari Dayim Sutawiria (1917-1990) dan Hj. Siti Konaah (1921-2000).

Rabu, 31/1/2018 lalu bertepatan dengan hari kelahiran Ajip Rosidi yang ke-80 tahun. Sebagai ungkapan rasa syukur, dikemaslah sebuah syukuran yang berlangsung sederhana di halaman Perpustakan Ajip Rosidi, Jl. Garut no. 2 Kota Bandung, Jawa Barat. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat (Dedy Mizwar), sejumlah sahabat sesama seniman, dan budayawan. Etty RS sebagai ketua pelaksana acara dan jajaran panitia berhasil mengemas acara syukuran 80 Tahun Ajip Rosidi dengan sukses. Acara yang dikemas sederhana tersebut diisi oleh konten-konten yang berarti bagi Ajip Rosidi, seperti peluncuran buku karya Ajip Rosidi, pertunjukan seni dan sastra, visualisasi jejak langkah Ajip Rosidi, serta pengumuman Hadiah Sastera “Rancagé” tahun 2018.

ajip 2
kiri ke kanan: Sam Bimbo, Prof. HD. Bastaman, Prof. Saini KM, Dr. Yooke Tjuparmah, Aam Amalia, Dr. Keri Lestari (Wakil Rektor UNPAD), Ajip Rosidi, Prof. Endang Caturwati, Prof. Asep Samsulbahri, (?), Drs. Uu Rukmana, Dr. Dingding Haerudin
(Dokumentasi: Dika Dzikriawan, 2018)

Di pagi hari yang begitu cerah lantunan tembang sunda cianjuran dari Heri Suheryanto[1] dan Ani Sukmawati[2] menjadi sajian pangwilujeng (selamat datang) bagi para tamu undangan. Masing-masing dari tamu undangan mendapatkan sovenir dalam sebuah tas kecil yang berisikan beberapa buku, buklet 80 testimoni tentang Ajip Rosidi, dan kaset CD narasi musikal Lalaki ti Jatiwangi jadi Wawangi Jatining Nagri oleh DASENTRA persembahan UNPAD. Acara dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Diawali dengan laporan ketua pelaksana oleh Etty RS, dilanjutkan dengan sambutan Wakil Gubernur Jawa Barat oleh Dedy Mizwar. Selanjutnya acara pertunjukan seni dan sastra, di antaranya: Sajak Sunda (Godi Suwarna); Tina Sajak Kana Lagu (Heri Suheryanto dan Ani Sukmawati); Monolog Sunda (Dodi Eka); Sajak Indonesia (Iman Soleh); dan Musikalisasi Puisi (Ferry Curtis). Setelah pertunjukan seni dan sastra, acara dilanjutkan dengan peluncuran buku terbarunya yang berjudul Tapak Meri 1. Hal tersebut menjadi bukti bahwa kini diusianya yang tak lagi muda, spirit Ajip Rosidi tetap membara dan dapat dijadikan sebagai teladan bagi para generasi milenia.

Acara syukuran 80 tahun Ajip Rosidi ini juga disaturagakan dengan pengumuman Hadiah Sastera “Rancagé” dan Hadiah Samsudi. Hadiah Sastera “Rancagé” adalah penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang dianggap telah berjasa bagi pengembangan bahasa dan sastra daerah. Sementara Hadiah Samsudi adalah penghargaan khusus yang diberikan kepada pengarang buku bacaan anak dalam bahasa Sunda. Tahun 2018 ini, Hadiah Sastera “Rancagé”diberikan untuk enam sastra daerah (Sunda, Jawa, Bali, Lampung, Banjarmasin, dan Batak). Adapun para penerima hadiah tersebut adalah Nazarudin Azhar untuk karyanya Miang (Sastera Sunda),  Suharmono untuk karyanya Kakang Kawah Adi Ari-Ari (Sastera Jawa), I Gedé Agus Darma Putra untuk karyanya Bulan Sisi Kauh (Sastera Bali), M. Harya Ramdhoni untuk karyanya  Semilau Sang Rumpun Sajak (Sastera Lampung), Hasmiati Masy’ud untuk karyanya Pilanggur (Sastera Banjarmasin), dan Panusunan Simanjuntak untuk karyanya Bangso Nu Jugul Do Hami (Sastera Batak). Sementara untuk Hadiah Samsudi dimenangkan oleh Tetti Hodijah untuk karyanya Ulin Ka Monumén.

ajip 3
Sovenir 80 tahun Ajip Rosidi. (Dokumentasi: Dika Dzikriawan, 2018)

 

Acara dilanjutkan dengan prosesi “Milangkala 80 Taun Ajip Rosidi”. Prosesi ini diisi dengan sajian narasi musikal Lalaki ti Jatiwangi jadi Wawangi Jatining Nagri oleh DASENTRA persembahan UNPAD. Dilanjutkan dengan acara tiup lilin angka 80, potong kue persembahan BIMBO, dan potong tumpeng. Prosesi ditutup dengan lantunan lagu “Sajadah” dari BIMBO.

Sebagaimana dituturkan oleh Etty RS dalam pengantarnya, bahwa acara ini bukan sekedar seremonial, tetapi juga momentum pertukaran gagasan dan pewarisan spirit kebudayaan. Semoga Ajip Rosidi dan karya-karyanya dapat terus menjadi inspirasi kita semua.

Selamat Ulang Tahun Ajip Rosidi! (DD***)

[1] Penembang senior, juara Pasanggiri Tembang Sunda Cianjuran DAMAS tahun 1990

[2] Penembang, juara Pasanggiri Tembang Sunda Cianjuran DAMAS tahun 2012

ajip 4
Tokoh-tokoh Sunda yang menghadiri perayaan 80 tahun Ajip Rosidi
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s