Aminakine Papua (bagian 1)

oleh : Devi Damayanti

Apa yang pertama kali muncul dipikiran kita bila mendengar kata Papua? Saya yakin banyak yang akan menjawab “koteka!” Bila itu jawabannya, maka saya mengajak kita untuk mengenal Papua sebelah barat lebih dekat. Sebagai Pendamping Masyarakat yang pernah tinggal sebuah kampung di Sorong Selatan yang jauh dari ibukota kabupaten selama satu tahun lebih dalam kurun waktu 2018-2019, saya akan berikan fakta-fakta menarik yang mungkin belum pernah diduga oleh kita yang seumur hidup tinggal di kota besar.

Pertama-tama yang harus kita pahami lebih dulu adalah Papua merupakan pulau terbesar kedua di dunia ini setelah Tanah Hijau (Greenland). Pulau Papua berbentuk burung besar. Papua dibagi menjadi Papua New Guinea yang bekas jajahan Inggris alias setengah pulau bagian timur dari badan hingga ekor. Satu lagi adalah Papua Indonesia yang dulu direbut Indonesia dari Belanda sehingga wilayahnya setengah pulau bagian barat dari kepala burung ke setengah badan. Papua Indonesia terdiri dari 2 provinsi sejak masa Presiden Megawati, menjadi Provinsi Papua yang ibukotanya Jayapura dan Provinsi Papua Barat yang ibukotanya Manokwari.

Dalam pembagian kelompok besar suku-suku Papua wilayah kepala burung disebut Bomberay, yang secara administratif termasuk di dalamnya adalah Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Manokwari, Kabupaten Teluk Bintuni, dan tentu yang sekarang paling terkenal: Kabupaten Raja Ampat.

Sorong di kepala burung adalah kota pelabuhan paling ramai di Papua Barat karena sudah menjadi kota penghasil minyak sejak zaman Belanda. Di sebelah selatannya ada kota bernama Teminabuan yang sekarang merupakan ibukota Kabupaten Sorong Selatan, hasil pemekaran dari Kabupaten Sorong. Pada zaman Belanda, Teminabuan adalah kota kecil dengan rumah-rumah di papan di tepi sungai. Namun, sekarang sudah meluas jauh dari awalnya.

Dulu, dari Sorong ke Teminabuan hanya bisa dilalui oleh perahu karena tidak ada jalan, sekarang sudah ada jalan raya dengan jarak tempuh 4 jam. Ada banyak sungai di Teminabuan sehingga disebut “kota 1000 sungai” dengan sungai utama Sembra dan anak sungainya, Kohoin. Sungai-sungai ini masih jernih (semoga selalu demikian) dan memang dipakai oleh warga kota Teminabuan untuk mandi dan mencuci pakaian. Ada bandara di Teminabuan untuk pesawat baling-baling pergipulang ke Sorong. Ada juga pelabuhan sungai, dari pelabuhan ini longboat bisa ke distrik-distrik yang terletak di jalur sungai, jarak tempuhnya variatif, sekitar 4-5 jam untuk longboat dengan 2 mesin.

Ada 15 distrik (kecamatan) di Kabupaten Sorong Selatan. Dua distrik yang saya fokuskan dalam tulisan ini adalah Distrik Kais yang penduduk di kampung-kampungnya mayoritas Suku Awee dan Distrik Metemani yang kebanyakan penduduk di kampung-kampungnya adalah suku Iwaro. Budaya dan bahasa mereka mirip hingga keduanya bisa saling memahami termasuk cukup banyak terjadi perkawinan antar dua suku ini. Judul tulisan Aminakine Papua artinya Papua Cantik dalam bahasa Awee. Kebetulan di kampung saya tinggal di tengah-tengah Suku Iwaro namun tuan rumah saya seorang keturunan Awee sehingga beliau menguasai dua bahasa ini, bahkan lebih, karena katanya waktu mudanya pernah merantau di beberapa tempat sehingga menguasai 1-2 bahasa suku lain juga selain Bahasa Indonesia.

Ada banyak hal menarik tentang pengalaman hidup di tengah masyarakat Awee dan Iwaro yang akan saya bagikan di tulisan selanjutnya.

Profil penulis

Devi Damayanti: penulis buku Antropologi tentang suku Dayak Meratus. Ia juga pekerja sosial dari Abhirama Semesta Consulting Group yang sedang mendampingi proses pemberdayaan masyarakat di Allung, Pulau Pantar, Kabupaten Alor, NTT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s