(Series Terbaik Netflix)

oleh : Rena Asyari

“Kami, para tahanan Licthfield, adalah manusia. Kami memprotes perlakuan kasar yang diberikan kepada kami”. Itulah pernyataan para tahanan Litchfield ketika terjadi kerusuhan di musim ke-lima dalam serial Orange is The New Black (OITNB).

 OITNB adalah series televisi Amerika yang dibuat oleh Jenji Kohan dan tayang di Netflix. Series yang terdiri dari 7 musim dengan 91 episode ini berkisah tentang kehidupan perempuan di penjara fasilitas pemasyarakatan Litchfield minimum. Lebih dari itu, OITNB merupakan perjalanan kehidupan beragam manusia dengan segala persoalannya terutama persoalan yang dihadapi oleh perempuan.

Series ini terinpirasi dari buku Orange is The New Black: My Year in a Women’s Prison yang ditulis berdasarkan kisah nyata penulisnya Piper Kerman. Piper didakwa bersalah atas tindakan kriminal money laundry dan dijatuhi hukuman penjara 15 bulan.

Diluncurkan pertama kali tahun 2013, tayangan ini mengangkat isu diversity, rasisme, imigran, agama, seksualitas, kemiskinan, dan politik. OITNB berhasil menjadi corong suara orang-orang yang termarjinalkan di Amerika Serikat. Dinominasikan dan menang di puluhan penghargaan perfilman mengukuhkan OITNB menjadi series yang sangat layak ditonton.

Kisah bermula dengan tokoh utama Piper Chapman yang diperankan oleh Taylor Schilling. Chapman perempuan kulit putih, kaya, terpelajar harus menjadi tahanan karena kesalahan di masa lalunya. Drama yang dihadirkan Chapman sangat menarik. Kebingungannya menjalani kehidupan penjara, membuatnya seringkali berada dalam masalah dan menyebabkan masalah bagi tahanan lain.

Kehidupan penjara yang kasar dan gelap telah membuat Chapman menjadi sosok yang berbeda. Barangkali sosok yang sebenarnya telah ada dalam dirinya, namun selalu tersembunyi di ruang yang aman karena kehidupannya yang berlimpah privilese. Penjara mengubahnya menjadi sosok yang kejam, manipulatif, pembohong, arogan, narsistik namun juga sosok yang kalah, rapuh, dan tidak percaya diri.

Uniknya, series ini tidak hanya bercerita tentang Chapman. Karakter-karakter lainnya ditampilkan dengan sama menariknya. Bahkan, di musim berikutnya Chapman tak lagi mendominasi, karakter lainnya seperti Taystee yang berasal dari keluarga miskin dan kulit berwarna, Gloria dan Daya yang mewakili karakter perempuan latin, Red yang arogan, pendendam dan berasal dari Rusia, Suzzane yang unik, Nicky dan percintaanya dengan Lorna turut menambah kisah di penjara menjadi kaya.

Tak ada kehidupan nyaman di penjara. Sejak musim pertamanya OITNB konsisten mempertontonkan kebobrokan manusia dalam memperlakukan manusia lainnya. Para tahanan sering mendapat kekerasan fisik dan seksual dari sipir. Pengelola penjara gagal menyediakan fasilitas yang layak bagi tahanan. Toilet yang jauh dari nyaman, jumlah tahanan yang melebihi kapasitas, kasur yang tipis, ketiadaan air bersih, dan minimnya makanan sehat, membuat para tahanan mulai bergejolak.  

Pengelola penjara juga abai pada kebutuhan dasar para tahanan. Mereka luput memenuhi kebutuhan perempuan ketika menstruasi, obat-obatan, dan ruang bersalin. Tercerabutnya hak dasar manusia seperti ketiadaan ruang intim, dihilangkannya program pendidikan (GED) dan upah kerja yang rendah hingga terbunuhnya Poussey Washington salah satu tahanan membuka babak baru kisah OITNB di musim ke-lima.

Kerusuhan di penjara Litchfield tak lagi dapat dibendung. Mereka memprotes perlakuan kasar yang kerap mereka terima, mereka menuntut diperlakukan sebagai manusia. Penonton dihadapkan pada keresahan akan konsekuensi yang akan mereka terima akibat kerusuhan.   

Seperti yang sudah diprediksi, keadilan itu sangat mahal harganya. Alih-alih memenuhi tuntutan para tahanan, pengelola penjara sibuk mencari kambing hitam atas kerusuhan. Tetapi mungkin memang begitu, Orange is The New Black sangat realistis, kemenangan tidak pernah berpihak pada yang lemah.

Akibat kerusuhan, setting penjara berubah di musim ke-enam. Tahanan dipindahkan ke berbagai fasilitas pemasyarakatan lainnya. Beberapa dari mereka menempati penjara maksimum. Penjara dengan tingkat keamanan berkali lipat lebih tinggi. Ruang gerak para tahanan lebih sempit lagi. Udara segar, cahaya matahari, ruang berolahraga tak lagi didapatkan dengan leluasa.

Sulit untuk menjaga diri tetap memiliki akal sehat jika hidup terisolir dan dibayang-bayangi ancaman melakukan kesalahan. Kesalahan yang akan membuat tahanan dengan mudah dijebloskan ke ruang isolasi (SHU) atau bahkan ditambahi masa hukuman. Tak ada yang bisa mereka lakukan, kecuali menunggu hari pembebasan. Tak jarang, karena terlampau lelah maut menyapanya lebih dulu. 

Dalam setiap musimnya Orange is The New Black berhasil melemparkan isu yang membuat penonton akan memiliki pemahaman dan kesadaran baru. Seperti di musim terakhir, musim ke-tujuh isu imigran disuarakan dengan lantang. Aturan deportasi yang tidak memperhitungkan nilai-nilai kemanusian membuat hidup para imigran terkatung-katung. Betapa mengerikan dipulangkan paksa ke negara asal sementara seumur hidupnya ia menjalani kehidupan di negara yang ia sebut sebagai rumahnya.  

Meskipun sesekali berselisih, para tahanan ini kerap bersatu karena mempunyai musuh yang sama yaitu sistem. Sistem yang menempatkan keadilan jauh tinggi di atas langit, yang lebih suka membicarakan seberapa banyak uang yang masuk ke pengelola penjara dibanding membuka lowongan pekerjaan bagi para tahanan, yang merenggut hak-hak dasar manusia, yang memandang diri sendiri lebih suci dan tahanan adalah makhluk yang kotor, bengis dan pantas disakiti.

 Orange is The New Black hadir dengan tujuh musim terbaiknya. Dari mulai pencarian jati diri hingga menjadi gerakan dengan lahirnya Poussey Washington Fund, lembaga non profit yang memberikan dana pinjaman pada narapidana yang baru keluar dengan tujuan agar mereka mampu memulai kehidupan baru di luar penjara.

Series Orange is The New Black bukan hanya membuka tabir tentang dinginnya tembok penjara, tetapi juga menyentuh persoalan dasar manusia. Tayangan ini mampu memberikan persfektif baru. Tahanan perempuan dengan segala keterbatasannya, adalah juga manusia yang mampu bersiasat, mandiri, cerdas dan mempunyai seribu satu cara untuk bertahan. Selagi menjalani hukumannya, mereka berhak mendapatkan apresiasi, perlindungan dan rasa nyaman. OITNB memaksa penonton untuk membuka mata dan memperluas ruang bertanya tentang hukum, rasa adil, dan kemanusiaan.