Sudahkah Kita Mengenal Tradisi? -Catatan Dari Bandung Readers Festival (Bagian 3)

Oleh Dika Dzikriawan Ketika tradisi kerap dianggap kuno dan mulai ditinggalkan oleh kaum milenial, ketika tradisi luput dari perbincangan dan diskusi, Bandung Readers Festival 2019 justru menghadirkan sesi khusus yang mengupas tradisi. Perhelatan pembaca yang menyasar milenial usia 17-40 tahun ini mengusung tema “Perubahan Cara Membaca Di Era Digital”. Era digital yang hari ini kita…

Politik dan Kajian Organologi: Kisah Gamelan Jawa dari Digul

Dyah Murwaningrum Digul. Tanah orang-orang terbuang yang tidak akan pernah selesai dibicarakan. Ada yang tumbang saat perjalanan menuju Digul Atas, ada juga yang mati kesepian karena merindu tanah yang ditinggalkan. Namun ada yang tumbuh dan menumbuhkan kebudayaan baru di sana, karena akar budaya dan pemikiran tidak akan begitu saja mati. Sebuah riset yang dilakukan Margareth…

Cerita Seratpena Tentang Bincang Edukasi #43 – Bandung

oleh Dyah Murwaninrum 16 Maret 2019. Hari Sabtu yang dingin di Bandung tak membendung semangat kami (Seratpena) untuk bergegas menuju TK Santo Yusup di Jalan Jawa, Bandung. Udara lembab kali ini lebih hangat dan bahkan memanas dengan keceriaan BINED #43 yang kami ikuti. Acara ini diadakan berkala dan siapapun dapat menghadirinya, tanpa dipungut biaya. Kami…

Etnomusikologi itu apa sih?

Penulis: Dyah Murwaningrum Pagi ini saya mendapat kabar menarik, yaitu mendapat undangan untuk mengisi sebuah kolom tulisan pada majalah tentang Etnomusikologi. Momen ini mengingatkan bahwa saya belum pernah sekalipun menulis tentang Etnomusikologi, walau hanya sepenggal atau dua penggal saja di media http://www.seratpena.com ini. Tidak sedikit teman-teman dan kerabat saya yang tak mengerti apa itu Etnomusikologi,…

Ekosistem Budaya Adalah Koentji

Penulis : Dikdik (Venol) Pebriansyah   Tulisan ini merupakan sebuah catatan kecil dari hasil diskusi musik kontemporer yang dipresentasikan oleh Gema Swarastyagita dalam acara PKAS Ke-11 yang berjudul Buhun “Identity Of Indonesian Culture”. Diskusi dilaksanakan setelah bedah karya dari beberapa peserta Young Composer Show (YCS) di Gedung Kesenian Sunan Ambu ISBI Bandung (26/01/2019). Gema Swaratyagita…

Sepinya Kesadaran Akan Kebisingan

Penulis: Dyah Murwaningrum Telah diedit dan dimuat sebelumnya pada situs http://www.ri2030.com   Makin maju, Indonesia makin bising? Bukan hanya dunia hiburan yang sering menimbulkan bunyi dengan intensitas tinggi, namun juga mesin-mesin pembangunan dan industri. Bunyi dengan intensitas sekitar 60db dari pompa air yang sudah tua dan kurang sehat pasti sering kita dengar karena memang tidak…

Young  Composer  Show Adalah Racun?

Penulis :  Dikdik (Venol) Pebriansyah, Editor: Rena Asyari   Tahun 2019 Himaka ISBI Bandung kembali menggelar Acara PKAS (pentas kreativitas dan apresiasi seni) ke-11 dengan mengangkat tema Buhun “Identity of Indonesian Culture”. Program tahunan ini merupakan kegiatan yang menampung segala bentuk kreativitas mahasiswa jurusan karawitan untuk ditindaklanjuti menjadi sebuah karya bermutu yang diharapkan dapat meningkatkan…

Fanatisme : Krisis Mental Seniman Karawitan Sunda

Penulis: Bunga Dessri Nur Ghaliyah                                                                  Proofreader : Rena A ‘Fanatik’ adalah kata yang sepertinya cocok untuk menggambarkan mental para seniman karawitan Sunda saat…

Perihal Pengeras Suara dalam Pertunjukan Gamelan

oleh : Takhsinul Khuluq Dalam suatu diskusi pada perhelatan International Gamelan Festival (IGF) 2018 di Balai Soedjatmoko, Solo, 13 Agustus 2018, seorang audiens bule menanyakan tentang konsep estetika pengeras suara dalam suatu pertunjukan gamelan di Balai Kota Solo. Menurutnya, suara pengeras suara dalam pertunjukan tersebut terlalu nyaring, bahkan menjurus bising dan memekakkan telinga, sehingga dia…

Mengulas Kembali, International Gamelan Festival di Solo

Penulis: Ega Fausta Editor, Proofreader: Dyah Murwaningrum Kamis 9 Agustus 2018 lalu, di sore hari sekitar pukul 05.00 WIB, acara International Gamelan Festival (IGF) 2018 dibuka dengan permainan 73 perangkat gamelan yang dimainkan bersahutan sepanjang jalan Brigjen Slamet Riyadi Solo. Tepatnya dimulai dari Plaza Sriwedari hingga ke Gladak. Perangkat gamelan yang dimainkan dalam rangka Soft…

Dilema Pemusik Tradisi Hari ini

Penulis: Dyah Murwaningrum Ada ketakterbendungan peradaban. Teknologi baru memaksa manusia beradaptasi pada cara hidup yang mempengaruhi selera. Tulisan lama ini merasa perlu saya angkat kembali, khususnya pada ruang-ruang yang terisi oleh seniman muda musik tradisi. Berangkat dari pengamatan di lingkup terdekat saya dan juga renungan. Pada sudut pandang dan derajat tertentu bisa saja realitas yang…

Seniman Sunda dan Perdamaian di Semenanjung Korea: Endang Sukandar (bagian dua-habis)

Penulis: Dikdik “venol” Pebriansyah Editor: Dyah Murwaningrum Sebelum membaca tulisan ini, ada baiknya kita lihat kembali tulisan minggu lalu (silakan buka dari sini), mengenai mitos dan perdamaian di Semenanjung Korea. Berpijak pada legenda tua Korea, tahun 2012 kota Gyeongju mengadakan festival bertajuk ‘Gyeongju World Traditional Wind Instrument Festival’. Acara tersebut merupakan kegiatan dengan semangat membangun…