Buat Apa Bertahan Hidup? “Dari Film Survival Family Sampai Captain Fantastic”

Oleh : Venny Tania Wabah corona merayap, seluruh dunia melakukan pembatasan gerak. Kita terkejut, panik, dan beradaptasi mengubah rutinitas. Ternyata, hidup tetap berjalan meski tak harus pergi ke kantor, ke sekolah, kampus, dan bertemu dengan orang lain. Segera terasa bahwa kebutuhan makanan sehari-hari kita selama ini sangat bergantung pada sistem distribusi serta lingkaran produksi dalam…

Menanggalkan Ilusi di Layar Indonesia 2030

Oleh : Venny Tania Perempuan cantik dan lelaki ganteng bermesraan di layar kaca terasa lebih menghibur dan memuaskan mata. Jujur deh, siapa yang mau menonton film yang pemerannya tak menarik, ceritanya bikin pusing (hidupmu kurang pusing?), dan alih-alih khayalan melayang tinggi, malah tertular kesedihan atau penyesalan? Film sebagai media kebudayaan dan peradaban hasil perkawinan seni…

Kemiskinan, Bakat dan Kerja Keras Pada Film Yeh Ballet

Oleh : Dyah Murwaningrum Kesan yang melekat antara penonton film yang satu dan lainnya tentu memiliki penekanan yang berbeda. “Yeh Ballet” bagi saya adalah film yang sedang menyampaikan dua hal. Pertama, bekerja keras sampai kekhawatiran dan pesimismu akan hidup ini runtuh. Yang ke dua bahwa kejadian adalah hasil adu kehendak, maka manusia perlu menyadari kapan…

Kim Ji-young, Born 1982 : Perempuan dalam Lingkaran Kekalahan

oleh : Venny Tania Barangkali kisah seorang Kim-Jiyoung, perempuan yang menjadi tokoh sentral dari film berjudul Kim Ji-young, Born 1982, mewakili kisah perempuan sedunia. Diadaptasi dari buku berjudul sama karya Cho Nam-Joo, penulis Korea Selatan yang merefleksikan pengalaman pribadinya dalam masyarakat penganut sistem Konfusianisme, yang menundukkan perempuan agar mengalah, menurut, dan mengutamakan laki-laki. Ternyata film…

Perempuan dan Ronggeng

oleh : Rena Asyari   Beberapa pasang mata tak berkedip sejak tabuhan gendang mulai terdengar, menangkap gerak perempuan, tangan, dada, pinggul, kaki yang menghentak yang tak ingin mereka lewatkan. Alunan musik dan gerakan ronggeng yang semakin liar membuat beberapa penonton terjebak dan terperangkap dalam ruangan tersebut. Tak ada pilihan lain kecuali mengikuti bergoyang dan membiarkan…

DAMAS Cabang Kabupaten Bandung Berjaya Gelar Pasanggiri Pop Sunda 2019

Oleh: Mayang A. Nurzaini   Tahun 2019 ini, Daya Mahasiswa Sunda (DAMAS) Cabang Kabupaten Bandung telah berjaya menggelar kegiatan Pasanggiri[1] Pop Sunda (PPS) untuk kedua kalinya. Kegiatan dilaksanakan di Mountain Breeze Clubhouse, desa Langonsari, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung. PPS DAMAS ini berlangsung pada hari Selasa-Rabu, 26-27 November 2019 untuk babak penyisihan dan hari Minggu, 1…

Sudahkah Kita Mengenal Tradisi? -Catatan Dari Bandung Readers Festival (Bagian 3)

Oleh Dika Dzikriawan Ketika tradisi kerap dianggap kuno dan mulai ditinggalkan oleh kaum milenial, ketika tradisi luput dari perbincangan dan diskusi, Bandung Readers Festival 2019 justru menghadirkan sesi khusus yang mengupas tradisi. Perhelatan pembaca yang menyasar milenial usia 17-40 tahun ini mengusung tema “Perubahan Cara Membaca Di Era Digital”. Era digital yang hari ini kita…

Politik dan Organologi: Kisah Gamelan Jawa dari Digul

Dyah Murwaningrum Digul. Tanah orang-orang terbuang yang tidak akan pernah selesai dibicarakan. Ada yang tumbang saat perjalanan menuju Digul Atas, ada juga yang mati kesepian karena merindu tanah yang ditinggalkan. Namun ada yang tumbuh dan menumbuhkan kebudayaan baru di sana, karena akar budaya dan pemikiran tidak akan begitu saja mati. Sebuah riset yang dilakukan Margareth…

Cerita Seratpena Tentang Bincang Edukasi #43 – Bandung

oleh Dyah Murwaninrum 16 Maret 2019. Hari Sabtu yang dingin di Bandung tak membendung semangat kami (Seratpena) untuk bergegas menuju TK Santo Yusup di Jalan Jawa, Bandung. Udara lembab kali ini lebih hangat dan bahkan memanas dengan keceriaan BINED #43 yang kami ikuti. Acara ini diadakan berkala dan siapapun dapat menghadirinya, tanpa dipungut biaya. Kami…

Etnomusikologi itu apa sih?

Penulis: Dyah Murwaningrum Pagi ini saya mendapat kabar menarik, yaitu mendapat undangan untuk mengisi sebuah kolom tulisan pada majalah tentang Etnomusikologi. Momen ini mengingatkan bahwa saya belum pernah sekalipun menulis tentang Etnomusikologi, walau hanya sepenggal atau dua penggal saja di media http://www.seratpena.com ini. Tidak sedikit teman-teman dan kerabat saya yang tak mengerti apa itu Etnomusikologi,…

Ekosistem Budaya Adalah Koentji

Penulis : Dikdik (Venol) Pebriansyah   Tulisan ini merupakan sebuah catatan kecil dari hasil diskusi musik kontemporer yang dipresentasikan oleh Gema Swarastyagita dalam acara PKAS Ke-11 yang berjudul Buhun “Identity Of Indonesian Culture”. Diskusi dilaksanakan setelah bedah karya dari beberapa peserta Young Composer Show (YCS) di Gedung Kesenian Sunan Ambu ISBI Bandung (26/01/2019). Gema Swaratyagita…

Sepinya Kesadaran Akan Kebisingan

Penulis: Dyah Murwaningrum Telah diedit dan dimuat sebelumnya pada situs http://www.ri2030.com   Makin maju, Indonesia makin bising? Bukan hanya dunia hiburan yang sering menimbulkan bunyi dengan intensitas tinggi, namun juga mesin-mesin pembangunan dan industri. Bunyi dengan intensitas sekitar 60db dari pompa air yang sudah tua dan kurang sehat pasti sering kita dengar karena memang tidak…