Ekosistem Budaya Adalah Koentji

Penulis : Dikdik (Venol) Pebriansyah   Tulisan ini merupakan sebuah catatan kecil dari hasil diskusi musik kontemporer yang dipresentasikan oleh Gema Swarastyagita dalam acara PKAS Ke-11 yang berjudul Buhun “Identity Of Indonesian Culture”. Diskusi dilaksanakan setelah bedah karya dari beberapa peserta Young Composer Show (YCS) di Gedung Kesenian Sunan Ambu ISBI Bandung (26/01/2019). Gema Swaratyagita…

Sepinya Kesadaran Akan Kebisingan

Penulis: Dyah Murwaningrum Telah diedit dan dimuat sebelumnya pada situs http://www.ri2030.com   Makin maju, Indonesia makin bising? Bukan hanya dunia hiburan yang sering menimbulkan bunyi dengan intensitas tinggi, namun juga mesin-mesin pembangunan dan industri. Bunyi dengan intensitas sekitar 60db dari pompa air yang sudah tua dan kurang sehat pasti sering kita dengar karena memang tidak…

Young  Composer  Show Adalah Racun?

Penulis :  Dikdik (Venol) Pebriansyah, Editor dan proofreader : Rena Asyari   Tahun 2019 Himaka ISBI Bandung kembali menggelar Acara PKAS (pentas kreativitas dan apresiasi seni) ke-11 dengan mengangkat tema Buhun “Identity of Indonesian Culture”. Program tahunan ini merupakan kegiatan yang menampung segala bentuk kreativitas mahasiswa jurusan karawitan untuk ditindaklanjuti menjadi sebuah karya bermutu yang…

Fanatisme : Krisis Mental Seniman Karawitan Sunda

Penulis: Bunga Dessri Nur Ghaliyah                                                                  Proofreader : Rena A ‘Fanatik’ adalah kata yang sepertinya cocok untuk menggambarkan mental para seniman karawitan Sunda saat…

Perihal Pengeras Suara dalam Pertunjukan Gamelan

oleh : Takhsinul Khuluq Dalam suatu diskusi pada perhelatan International Gamelan Festival (IGF) 2018 di Balai Soedjatmoko, Solo, 13 Agustus 2018, seorang audiens bule menanyakan tentang konsep estetika pengeras suara dalam suatu pertunjukan gamelan di Balai Kota Solo. Menurutnya, suara pengeras suara dalam pertunjukan tersebut terlalu nyaring, bahkan menjurus bising dan memekakkan telinga, sehingga dia…

Mengulas Kembali, International Gamelan Festival di Solo

Penulis: Ega Fausta Editor, Proofreader: Dyah Murwaningrum Kamis 9 Agustus 2018 lalu, di sore hari sekitar pukul 05.00 WIB, acara International Gamelan Festival (IGF) 2018 dibuka dengan permainan 73 perangkat gamelan yang dimainkan bersahutan sepanjang jalan Brigjen Slamet Riyadi Solo. Tepatnya dimulai dari Plaza Sriwedari hingga ke Gladak. Perangkat gamelan yang dimainkan dalam rangka Soft…

Dilema Pemusik Tradisi Hari ini

Penulis: Dyah Murwaningrum Ada ketakterbendungan peradaban. Teknologi baru memaksa manusia beradaptasi pada cara hidup yang mempengaruhi selera. Tulisan lama ini merasa perlu saya angkat kembali, khususnya pada ruang-ruang yang terisi oleh seniman muda musik tradisi. Berangkat dari pengamatan di lingkup terdekat saya dan juga renungan. Pada sudut pandang dan derajat tertentu bisa saja realitas yang…

Seniman Sunda dan Perdamaian di Semenanjung Korea: Endang Sukandar (bagian dua-habis)

Penulis: Dikdik “venol” Pebriansyah Editor: Dyah Murwaningrum Sebelum membaca tulisan ini, ada baiknya kita lihat kembali tulisan minggu lalu (silakan buka dari sini), mengenai mitos dan perdamaian di Semenanjung Korea. Berpijak pada legenda tua Korea, tahun 2012 kota Gyeongju mengadakan festival bertajuk ‘Gyeongju World Traditional Wind Instrument Festival’. Acara tersebut merupakan kegiatan dengan semangat membangun…

Korea: Antara Mitos, Musik Perdamaian dan Kemelut Perang

68 tahun lamanya Korea Utara dan Korea Selatan dilanda suasana yang cukup menegangkan. Bagaimana tidak membuat cemas warga kedua negara dan warga dunia, karena saat itu sentimen antara dua negara seperti tidak akan ada ujungnya. Perang yang meletus tahun 1950 menyebabkan kurang lebih 2 juta hingga 4 juta orang tewas. Perang pernah berahkir tahun 1953,…

100 Tahun Musik Indonesia : Gegap Gempita Ditimpal Kesunyian Kreasi Baru

Oleh : Venny Tania Terkadang saya merasa muak dengan yang namanya tren. Khususnya tren musik, akhir-akhir ini terasa banal. Tidak ada lagi yang orisinil, semuanya kebanyakan hanya pengulangan dan peniruan yang sudah pernah ada, dibungkus sensasi. Katanya euforia meniru ini muncul akibat kemalasan berpikir dan merenungkan filosofi, alih-alih berkreasi dan menciptakan hal baru. Abad 20…

Keroncong dalam Tembang Sunda Cianjuran, Salahkah?

Oleh: Bunga Dessri Nur Ghaliyah Kemajuan teknologi seringkali menjadi kambing hitam atas mundurnya minat masyarakat terutama generasi muda, terhadap kesenian tradisional. Globalisasi sering dianggap sebagai ancaman, padahal tidak menutup kemungkinan bahwa salah satu ancaman yang nyata justru adalah para seniman dalam kesenian itu sendiri. Para seniman sepakat bahwa kesenian tradisi harus selalu dijaga untuk mempertahankan…