Korea: Antara Mitos, Musik Perdamaian dan Kemelut Perang

68 tahun lamanya Korea Utara dan Korea Selatan dilanda suasana yang cukup menegangkan. Bagaimana tidak membuat cemas warga kedua negara dan warga dunia, karena saat itu sentimen antara dua negara seperti tidak akan ada ujungnya. Perang yang meletus tahun 1950 menyebabkan kurang lebih 2 juta hingga 4 juta orang tewas. Perang pernah berahkir tahun 1953,…

100 Tahun Musik Indonesia : Gegap Gempita Ditimpal Kesunyian Kreasi Baru

Oleh : Venny Tania Terkadang saya merasa muak dengan yang namanya tren. Khususnya tren musik, akhir-akhir ini terasa banal. Tidak ada lagi yang orisinil, semuanya kebanyakan hanya pengulangan dan peniruan yang sudah pernah ada, dibungkus sensasi. Katanya euforia meniru ini muncul akibat kemalasan berpikir dan merenungkan filosofi, alih-alih berkreasi dan menciptakan hal baru. Abad 20…

Keroncong dalam Tembang Sunda Cianjuran, Salahkah?

Oleh: Bunga Dessri Nur Ghaliyah Kemajuan teknologi seringkali menjadi kambing hitam atas mundurnya minat masyarakat terutama generasi muda, terhadap kesenian tradisional. Globalisasi sering dianggap sebagai ancaman, padahal tidak menutup kemungkinan bahwa salah satu ancaman yang nyata justru adalah para seniman dalam kesenian itu sendiri. Para seniman sepakat bahwa kesenian tradisi harus selalu dijaga untuk mempertahankan…

Abah Ropih dan Upaya Membangun Kehidupan Seni

Oleh: Bunga Dessri Nur Ghaliyah Jika berkunjung ke kota Bandung, kurang lengkap rasanya jika tidak menginjakkan kaki di Jalan Braga yang merupakan salah satu ikon atau cirikhas kota ini. Pada pertengahan tahun 1920-an, Jalan Braga merupakan pusat belanja elite Eropa, dan hingga saat ini, suasana tempo dulu masih melekat di sepanjang kawasan ini. Rasanya jalan…

Gema Para Diva dan Juru Kawih Sunda dalam Persembahan Hariring Asih Dayang Sumbi

Oleh: Dika Dzikriawan Selasa tanggal 1 Mei 2018 malam, para diva pop Sunda serta juru kawih Sunda menggemakan gedung pertunjukan Teater Tertutup Taman Budaya Provinsi Jawa Barat dalam pagelaran ‘Persembahan Hariring Asih Dayang Sumbi’ karya Endang Caturwati yang menampilkan Dewi Gita, Rika Rafika, Rita Tila, Didik Nini Thowok, Ida Rosida, Neneng Dinar, Dika Dzikriawan, Mayang…

Musik, Nafsu Makan dan Bisnis Restoran

Penulis:  Dikdik ‘Venol’ Pebriansah Editor, proofreader: Dyah Murwaningrum Menurut beberapa ahli gizi, sarapan adalah aktivitas yang tidak boleh ditinggalkan. Bagi orang dewasa maupun anak-anak, sarapan pagi dengan teratur sangat disarankan untuk melindungi tubuh dari penyakit, meningkatkan kemampuan otak, membantu menurunkan berat badan, memberi nutrisi yang dibutuhkan tubuh, mengembalikan metabolisme tubuh dan masih banyak lagi.

Kabar Dari Solo, Tentang Diskusi Mengenang Bagong Kassudiardja

Penulis: Ega Fausta Editor, Proofreader: Dyah Murwaningrum Jumat, 6 April 2018. Malam di kota Solo dengan suhu udara sekitar 25 derajat celcius bisa dikatakan cukup sejuk, jika dibandingkan dengan malam–malam biasanya. “Bincang-Bincang Proses Kreatif Bagong Kussudiardja” dalam tafsir Djaduk Ferianto, dilangsungkan malam itu. Di sebuah titik tengah kota Solo, Banjarsari, para penulis, seniman, budayawan, kritikus dan…

Seni Reak: Hak dan Kuasa Rakyat Menjadi Dirinya Sendiri

Penulis: Dikdik Pebriansyah Editor, Proofreader: Dyah Murwaningrum Pagi itu langit di daerah Cinunuk nampak menghitam, cahaya matahari tidak banyak yang menyelinap diantara aktivitas masyarakat. Hari minggu ini  sedikit berbeda dengan biasanya. Seputar  jalanan kecil Cinunuk, Ciguruwik dan sekitarnya  diramaikan oleh orang-orang dari berbagai usia, dimulai anak kecil yang masih lucu-lucu berlarian bersama rekannya, ada juga…

Semangat Pembebasan, Dari Mang Koko Untuk Musisi Muda

Penulis: Dikdik “venol” Pebriansah Editor: Dyah Murwaningrum Sebuah media cetak berbahasa Belanda yang diterbitkan oleh De Vrije Pers di Surabaya pada tanggal 10 Desember 1954 pernah memuat sebuah artikel  tentang Koko Koswara (Mang Koko) ketika lagu-lagu beliau direkam oleh sebuah perusahaan musik Indonesia yang bernama Irama Record. Beberapa lagu Mang Koko yang  akan dirilis dalam…

Amba, Cinta dan Pencarian di Pulau Buru

oleh : Rena Asyari Cinta, membuat hidup jatuh sekaligus menyembuhkan. Kehilangan seseorang yang dicintai dengan tiba-tiba bisa menjadi duka lara yang berkepanjangan. Empat puluh satu tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk menunggu, meyakinkan cinta itu tetap ada untuknya yang pergi dan tak pernah kembali. Amba. Nama yang memberi kehidupan tiga lelaki sekaligus. Salwa, Bhisma, dan…