Buat Apa Bertahan Hidup? “Dari Film Survival Family Sampai Captain Fantastic”

Oleh : Venny Tania Wabah corona merayap, seluruh dunia melakukan pembatasan gerak. Kita terkejut, panik, dan beradaptasi mengubah rutinitas. Ternyata, hidup tetap berjalan meski tak harus pergi ke kantor, ke sekolah, kampus, dan bertemu dengan orang lain. Segera terasa bahwa kebutuhan makanan sehari-hari kita selama ini sangat bergantung pada sistem distribusi serta lingkaran produksi dalam…

Masih Ada Gelap Diantara Nyala Terang Kartini

Oleh : Rena Asyari   Hampir saja buku berjudul Door Duisternis Tot Licht terjatuh dari tangannya. Turbulensi pesawat membuat Sinta berkali-kali menegakkan duduknya, ia harus sabar setidaknya lima jam lagi untuk mendarat di Bandara Amsterdam. Sinta kembali mengingat rentetan peristiwa yang menguras emosi. Ia tak pernah menduga ibunya menjadi salah satu dari sekian banyak TKW ilegal yang…

Pesan dari puncak tertinggi di Pulau Timor (Wabah dan Manusia)

Oleh : Devi Damayanti   Pulau Timor. Pulau berbentuk buaya ini, kini menjadi wilayah bagi dua negara. Cendana (sandalwood) dari Timor sudah dikenal sejak era perdagangan antar pulau di Nusantara dan sudah sejak dahulu menjadi bahan utama minyak, dupa, dan wewangian lainna. Nama Timor cukup familiar bagi kita karena Timor Timur pernah menjadi bagian dari…

Hidup Nomaden

Munculnya ide perbincangan ringan ini karena ada teman kami yang kebetulan sudah terlalu sering berpindah kota, negara bahkan benua. Dia adalah Raisa Kamila. Ia lahir di Aceh, tinggal di Amerika, kemudian kembali ke Aceh hingga peristiwa tsunami. Dan selanjutnya ia betpindah negara dan kota untuk tujuan belajar. Jujur, kami penasaran tentang bagaimana ia harus beradaptasi…

Menanggalkan Ilusi di Layar Indonesia 2030

Oleh : Venny Tania Perempuan cantik dan lelaki ganteng bermesraan di layar kaca terasa lebih menghibur dan memuaskan mata. Jujur deh, siapa yang mau menonton film yang pemerannya tak menarik, ceritanya bikin pusing (hidupmu kurang pusing?), dan alih-alih khayalan melayang tinggi, malah tertular kesedihan atau penyesalan? Film sebagai media kebudayaan dan peradaban hasil perkawinan seni…

Aminakine Papua (bagian 2)

oleh : Devi Damayanti Setelah tulisan sebelumnya mengulas sedikit tentang kondisi geografis pulau Papua, maka pada tulisan bagian kedua Aminakine Papua (Papua cantik dalam bahasa Awee) saya akan menuturkan beberapa hal menarik tentang pengalaman hidup di tengah masyarakat Awee dan Iwaro. Berikut adalah tujuh hal menarik yang dapat saya ceritakan : Tidak ada koteka di…

Aminakine Papua (bagian 1)

oleh : Devi Damayanti Apa yang pertama kali muncul dipikiran kita bila mendengar kata Papua? Saya yakin banyak yang akan menjawab “koteka!” Bila itu jawabannya, maka saya mengajak kita untuk mengenal Papua sebelah barat lebih dekat. Sebagai Pendamping Masyarakat yang pernah tinggal sebuah kampung di Sorong Selatan yang jauh dari ibukota kabupaten selama satu tahun…

Pohon Buku di Bandung – Deni Rahman

Oleh : Rena Asyari   “Buku ini dipersembahkan untuk siapapun yang mencintai buku” kalimat di kata pengantar ini tak berlebihan. Pohon Buku di Bandung karya Deni Rahman memang berhasil mendokumentasikan jejak literasi di Bandung dalam kurun waktu 2000-2009 dengan apik. Buku setebal 120 halaman ini, memotret dengan detail setiap peristiwa literasi yang terjadi. Tak dapat…

Kemiskinan, Bakat dan Kerja Keras Pada Film Yeh Ballet

Oleh : Dyah Murwaningrum Kesan yang melekat antara penonton film yang satu dan lainnya tentu memiliki penekanan yang berbeda. “Yeh Ballet” bagi saya adalah film yang sedang menyampaikan dua hal. Pertama, bekerja keras sampai kekhawatiran dan pesimismu akan hidup ini runtuh. Yang ke dua bahwa kejadian adalah hasil adu kehendak, maka manusia perlu menyadari kapan…

Sundanese People – Ajip Rosidi

Translator : Venny Tania Writer: Rena Asyari   When we talk about Sunda culture, we can never separate it with Ajip Rosidi’s works. If Mochtar Lubis has written about The Indonesian Human Beings, then Ajip Rosidi writes about The Sundanese Human Beings. What are the characteristics of Sundanese Human Beings? What are their unique natures?…

Politics and Organology : A Story of Gamelan from Digul

Translator : Venny Tania Writer: Dyah Murwaningrum   Digul. A land of exiled people, that will never finish being talked. Some were collapse when they traversed to Digul Atas, some were lonely departed while missing their home.  But among those, some new culture has grown, as roots of culture and idea will never perish. This…

Jeihan : Sajak Filsafat – Bukuku Kubuku

Oleh : Devi Damayanti Beberapa waktu lalu Jeihan meninggal dunia namun karyanya tetap diingat orang. Sebagai seorang anak kelas 2 SMP di akhir dasawarsa 1990-an, saya membaca sajak Sutardji Calzoum Bachri yang ada dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia. Sajak Sutardji itu saya tidak ingat sama sekali. Di saat yang sama guru seni rupa bercerita tentang…