Melihat India Timur Laut dari film Axone

oleh : Dyah Murwaningrum Rasanya hampir tak ada negara di dunia ini yang memayungi satu budaya saja. Bahkan dalam satu ras yang sama, sekelompok manusia memiliki agama dan kebiasaan yang berbeda. Dunia memang dipenuhi kotak, namun tak ada kotak yang tak bercelah. Berbeda adalah sifat khas manusia yang terus akan melahirkan kemungkinan bahwa seseorang tak…

Kata “Tidak” dan Sikap Penolakan (Review Film Pink 2016)

Oleh : Dyah Murwaningrum   “Tidak, berarti tidak. Sekalipun itu diucapkan oleh teman perempuanmu, pacarmu, pekerja seksual atau istrimu sendiri. Tidak, berarti Tidak.” – Deepak Sehgal –   Beban tata krama kesopanan yang harus ditanggung oleh laki-laki dan perempuan di beberapa negara, termasuk di India masih belum setara. Misalnya saja beban bagi perempuan untuk menjaga…

Cerminan Realitas Cinta Sesama dalam SOTUS S: The Series

Oleh : Yoga Palwaguna   Antara BL Thailand dan Realitas Kira-kira tahun 2012, kehebohan terjadi di tempat saya bekerja. Sebuah foto ciuman antara dua orang karyawati diunggah di Facebook oleh akun anonim. Sejumlah pekerja lain termasuk beberapa pengawas ditandai dalam unggahan tersebut. Dua karyawati dalam foto lantas menjadi bahan perbincangan satu pabrik selama beberapa waktu…

Buat Apa Bertahan Hidup? “Dari Film Survival Family Sampai Captain Fantastic”

Oleh : Venny Tania Wabah corona merayap, seluruh dunia melakukan pembatasan gerak. Kita terkejut, panik, dan beradaptasi mengubah rutinitas. Ternyata, hidup tetap berjalan meski tak harus pergi ke kantor, ke sekolah, kampus, dan bertemu dengan orang lain. Segera terasa bahwa kebutuhan makanan sehari-hari kita selama ini sangat bergantung pada sistem distribusi serta lingkaran produksi dalam…

Menanggalkan Ilusi di Layar Indonesia 2030

Oleh : Venny Tania Perempuan cantik dan lelaki ganteng bermesraan di layar kaca terasa lebih menghibur dan memuaskan mata. Jujur deh, siapa yang mau menonton film yang pemerannya tak menarik, ceritanya bikin pusing (hidupmu kurang pusing?), dan alih-alih khayalan melayang tinggi, malah tertular kesedihan atau penyesalan? Film sebagai media kebudayaan dan peradaban hasil perkawinan seni…

Kemiskinan, Bakat dan Kerja Keras Pada Film Yeh Ballet

Oleh : Dyah Murwaningrum Kesan yang melekat antara penonton film yang satu dan lainnya tentu memiliki penekanan yang berbeda. “Yeh Ballet” bagi saya adalah film yang sedang menyampaikan dua hal. Pertama, bekerja keras sampai kekhawatiran dan pesimismu akan hidup ini runtuh. Yang ke dua bahwa kejadian adalah hasil adu kehendak, maka manusia perlu menyadari kapan…