Prof. Vincent McDermont :Membuat Musik Biasa jadi Luar Biasa.

seratpena_imagi nation

“IMAGI-NATION, Membuat Musik Biasa Jadi Luar Biasa”.

Prof Vincent McDermont, Ed: Erie Setiawan.

Resensi oleh DyMurwaningrum

Buku-buku musik di Indonesia tidak banyak terbit sebagaimana novel atau buku bidang ilmu lainnya seperti sains, hukum atau budaya. Salah satu penerbit yang akhir-akhir ini giat dalam penerbitan buku musik yaitu Art Musik Today. Buku dari Vincent dermont ini adalah salah satu buku terbitannya selain sebelumnya menerbitkan kumpulan atikel dan pemikiran Slamet Abdul Sjukur, yang sangat fenomenal.

Pertama yang istimewa dari buku ini adalah pada kata pengantar. Pada kata pengantar kita sudah diarahkan untuk memahami tentang isi buku ini, serta musik dalam berbagai sudut pandang. Kata pengantar buku ini antara lain dari editor buku yaitu Erie Setiawan, penulis buku dan seorang empu sekaligus guru besar, Rahayu Supanggah.

Vincent McDermott mengajak kita kembali untuk merenungkan apa dan bagaimana kepentingan kita selama ini dalam sebuah kekaryaan musik. Kita atau saya pribadi merasa ditanyai ulang akan sumbangsih, kontribusi serta keseriusan kita dalam dunia musik. Salah satunya dengan kalimat “Apakah kita benar-benar telah memikirkan musik dengan serius?”. Ternyata banyak orang yang lebih serius memikirkan musik ketimbang seniman. Seorang filsuf, scientist, ahli sejarah, antropolog telah memikirkan musik dengan serius termmasuk dalam dampak-dampaknya.

Dermott mengungkapkan tentang kreativitas dalam diri seorang pemusik bahwa kreativitas merupkan hal yang pasti namun kadar sebuah kreativitas ini berbeda-beda. Dermont mengklasifikasikannya menjadi 2, yaitu Radikal dan Konservatif. Radikal berarti lebih liar dalam berkreativitas, sedangkan konservatif adalah orang-orang yang berkreativitas hanya pada sedikit bagian.

Dermott banyak menanyai kembali musisi dan kiprah institusi musik, khususnya institusi musik yang berada di bawah lembaga pemerintahan. Apakah didalamnya hanya merupakan ruang untuk menyampaikan tradisi atau kreativitas? Pada beberapa fenomena sehari-hari pada mahasiswa seni khususnya musik, sering kita temui ketidakpahaman akan karya yang dibikin. Mengapa kita membuat musik? Untuk apa? Bagaimana? Apakah mengejar nada yang aneh, atau menggabung-gabungkan genre, atau bagaimana?

Pada buku ini terbagi 4 bab, yang pertama adalah mendiskusikan musik. Di dalamnya berisi lebih banyak soal estetika dalam musik. Dermont mengajak kita berdiskusi tentang estetika barat dan timur. Bahwa setiap musik memiliki estetikanya masing-masing. Kita tidak bisa merendahkan musik dengan teori-teori estetika yang ada. Kreativitas, Ekspresi dan Inspirasi menjadi bagian yang turut didiskusikan. Bagaimana gebrakan-gebrakan musikpun dipaparkan alasannya dalam sub bab Perpaduan dan Keberagaman, dicontohkan dalam karya John Cage.

Bab yang kedua mengenai Musik seni atau musik lainnya dan bagaimana menjadi penyair bunyi. Bab kedua ini berisi tentang genre-genre musik, tentang audience , lirik, musik film dan beberapa seni pertunjukan seperti teater dan tari yang mengandung konsep musikal. Pada sub bab terakhir dermont membahas tentang musik biasa jadi luar biasa: tentang puisi bunyi dan penyairnya. Pemusik dianalogikan dengan penyair kata-kata yang dapat merangkai kata dan menghibur kita. Penyair kata bukan hanya sedang merangkai kata namun mereka bisa melakukan hal yang lebih besar lagi yaitu mencerahkan, memberi spirit dan lain sebagainya. Begitu juga penyair bunyi atau komponis, mereka dapat membawa musik bukan hanya sebagai hiburan dan kemampuan menampilkan skill namun juga membawa audience nya pada dunia makna lebih dari sebuah kegembiraan. Pada bab ke 3, diberi judul:  Dimensi dan Perangkat Musikal: Composer’s Tolls Bag. Dalam bab tiga ini, dermont lebih dalam membahas tentang hal-hal yang bersifat teknis. Misalnya seperti bentuk, dinamika, energi, frase, harmoni, kontrapung, mood,ritme, repetisi dan lain sebagainya. Tidak lupa dermont juga menyentuh bagian musik tekno, atau musik teknologi.

Pada bab yang keempat, Dermott memberi masukan dan kritik pada lembaga-lembaga seni khususnya di Indonesia. Baik lembaga pemerintah maupun non pemerintah baik dalam jenjang sarjana atau pasca sarjana. Yang terpenting bagi kita semua Dermont juga menulis tentang bagaimana tips dan trik bagi seniman, mahasiswa seni dan siapa saja yang berkiprah dalam seni musik. Menariknya tulisan ini adalah, banyak hal yang seringkali kita abaikan atau bahkan kita tidak mengerti dalam sebuah proses belajar seni. Buku ini dapat menjadi media perenungan bagi pencipta musik atau pemain musik.  //dy//

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s