Hidup Nomaden

Munculnya ide perbincangan ringan ini karena ada teman kami yang kebetulan sudah terlalu sering berpindah kota, negara bahkan benua. Dia adalah Raisa Kamila. Ia lahir di Aceh, tinggal di Amerika, kemudian kembali ke Aceh hingga peristiwa tsunami. Dan selanjutnya ia betpindah negara dan kota untuk tujuan belajar. Jujur, kami penasaran tentang bagaimana ia harus beradaptasi…

Menanggalkan Ilusi di Layar Indonesia 2030

Oleh : Venny Tania Perempuan cantik dan lelaki ganteng bermesraan di layar kaca terasa lebih menghibur dan memuaskan mata. Jujur deh, siapa yang mau menonton film yang pemerannya tak menarik, ceritanya bikin pusing (hidupmu kurang pusing?), dan alih-alih khayalan melayang tinggi, malah tertular kesedihan atau penyesalan? Film sebagai media kebudayaan dan peradaban hasil perkawinan seni…

Amanakine Papua (bagian 2)

oleh : Devi Damayanti Setelah tulisan sebelumnya mengulas sedikit tentang kondisi geografis pulau Papua, maka pada tulisan bagian kedua Aminakine Papua (Papua cantik dalam bahasa Awee) saya akan menuturkan beberapa hal menarik tentang pengalaman hidup di tengah masyarakat Awee dan Iwaro. Berikut adalah tujuh hal menarik yang dapat saya ceritakan : Tidak ada koteka di…

Amanakine Papua (bagian 1)

oleh : Devi Damayanti Apa yang pertama kali muncul dipikiran kita bila mendengar kata Papua? Saya yakin banyak yang akan menjawab “koteka!” Bila itu jawabannya, maka saya mengajak kita untuk mengenal Papua sebelah barat lebih dekat. Sebagai Pendamping Masyarakat yang pernah tinggal sebuah kampung di Sorong Selatan yang jauh dari ibukota kabupaten selama satu tahun…

Pohon Buku di Bandung – Deni Rahman

Oleh : Rena Asyari   “Buku ini dipersembahkan untuk siapapun yang mencintai buku” kalimat di kata pengantar ini tak berlebihan. Pohon Buku di Bandung karya Deni Rahman memang berhasil mendokumentasikan jejak literasi di Bandung dalam kurun waktu 2000-2009 dengan apik. Buku setebal 120 halaman ini, memotret dengan detail setiap peristiwa literasi yang terjadi. Tak dapat…

Kemiskinan, Bakat dan Kerja Keras Pada Film Yeh Ballet

Oleh : Dyah Murwaningrum Kesan yang melekat antara penonton film yang satu dan lainnya tentu memiliki penekanan yang berbeda. “Yeh Ballet” bagi saya adalah film yang sedang menyampaikan dua hal. Pertama, bekerja keras sampai kekhawatiran dan pesimismu akan hidup ini runtuh. Yang ke dua bahwa kejadian adalah hasil adu kehendak, maka manusia perlu menyadari kapan…

Sundanese People – Ajip Rosidi

Translator : Venny Tania Writer: Rena Asyari   When we talk about Sunda culture, we can never separate it with Ajip Rosidi’s works. If Mochtar Lubis has written about The Indonesian Human Beings, then Ajip Rosidi writes about The Sundanese Human Beings. What are the characteristics of Sundanese Human Beings? What are their unique natures?…

Politics and Organology : A Story of Gamelan from Digul

Translator : Venny Tania Writer: Dyah Murwaningrum   Digul. A land of exiled people, that will never finish being talked. Some were collapse when they traversed to Digul Atas, some were lonely departed while missing their home.  But among those, some new culture has grown, as roots of culture and idea will never perish. This…

Jeihan : Sajak Filsafat – Bukuku Kubuku

Oleh : Devi Damayanti Beberapa waktu lalu Jeihan meninggal dunia namun karyanya tetap diingat orang. Sebagai seorang anak kelas 2 SMP di akhir dasawarsa 1990-an, saya membaca sajak Sutardji Calzoum Bachri yang ada dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia. Sajak Sutardji itu saya tidak ingat sama sekali. Di saat yang sama guru seni rupa bercerita tentang…

Hidup di Luar Tempurung : Otobiografi Indonesianis, Benedict Anderson

Oleh : Devi Damayanti   Benedict Anderson, Hidup di Luar Tempurung, Tangerang: Marjin Kiri, 2016, penerjemah Ronny Agustinus (Benedict Anderson, Life Beyond Boundaries, London: Verso Books, 2016) Ariel Heryanto, dosen di Monash Australia, beberapa kali mencuit di akun Twitter-nya @ariel_heryanto tentang Ben Anderson dan menampilkan foto surat-surat pribadi mereka. Tanggal 24 Desember 2019 misalnya, dia…

Kim Ji-young, Born 1982 : Perempuan dalam Lingkaran Kekalahan

oleh : Venny Tania Barangkali kisah seorang Kim-Jiyoung, perempuan yang menjadi tokoh sentral dari film berjudul Kim Ji-young, Born 1982, mewakili kisah perempuan sedunia. Diadaptasi dari buku berjudul sama karya Cho Nam-Joo, penulis Korea Selatan yang merefleksikan pengalaman pribadinya dalam masyarakat penganut sistem Konfusianisme, yang menundukkan perempuan agar mengalah, menurut, dan mengutamakan laki-laki. Ternyata film…

Para Raja dan Revolusi, Karya Linda Christanty: dalam Sebuah Resensi

 Penulis: Devi Damayanti Riwayat kerajaan-kerajaan lokal yang berkorban banyak dalam proses pembentukan negara merdeka Indonesia, namun ternyata mengalami proses perampasan tanah mereka oleh negara atas nama Land Reform hingga mereka kehilangan bukan hanya kedaulatan tetapi juga kepemilikan ini terjadi di banyak tempat seperti Cirebon, Bali, dan Bone Para Raja dan Revolusi – Esai-Esai tentang Dewi…