Fanatisme : Krisis Mental Seniman Karawitan Sunda

Oleh: Bunga Dessri Nur Ghaliyah ‘Fanatik’ adalah kata yang sepertinya cocok untuk menggambarkan mental para seniman karawitan Sunda saat ini. Tentu tidak seluruhnya, tapi nyatanya daripada seniman yang terbuka dan inovatif, seniman fanatik dan seniman yang ‘ikut-ikutan’ fanatik jauh lebih mudah ditemukan. Mental tersebut terus dipupuk dan ditularkan dengan dalih mempertahankan dan melindungi seni tradisional….

Perihal Pengeras Suara dalam Pertunjukan Gamelan

oleh : Takhsinul Khuluq Dalam suatu diskusi pada perhelatan International Gamelan Festival (IGF) 2018 di Balai Soedjatmoko, Solo, 13 Agustus 2018, seorang audiens bule menanyakan tentang konsep estetika pengeras suara dalam suatu pertunjukan gamelan di Balai Kota Solo. Menurutnya, suara pengeras suara dalam pertunjukan tersebut terlalu nyaring, bahkan menjurus bising dan memekakkan telinga, sehingga dia…

Mengulas Kembali, International Gamelan Festival di Solo

Oleh Ega Fausta Kamis 9 Agustus 2018 lalu, di sore hari sekitar pukul 05.00 WIB, acara International Gamelan Festival (IGF) 2018 dibuka dengan permainan 73 perangkat gamelan yang dimainkan bersahutan sepanjang jalan Brigjen Slamet Riyadi Solo. Tepatnya dimulai dari Plaza Sriwedari hingga ke Gladak. Perangkat gamelan yang dimainkan dalam rangka Soft Opening tersebut berasal dari…

Danarto : Dari Berhala ke Berhala

Oleh : Rena Asyari Danarto berpulang. Kepergiannya yang tiba-tiba akibat ditabrak oleh pengendara sepeda motor tentu saja sangat mengagetkan. Penulis yang kerap menulis tentang kematian ini ternyata tanpa diketahui banyak orang telah dengan rapat menuliskan kematian dirinya Sahabat dan karibnya tak habis mengerti mengapa Danarto memilih pergi dengan cara seperti itu? Apakah ia yang telah…

Dilema Pemusik Tradisi Hari ini

Oleh Dy Murwaningrum Ada ketakterbendungan peradaban. Teknologi baru memaksa manusia beradaptasi pada cara hidup yang mempengaruhi selera. Tulisan lama ini merasa perlu saya angkat kembali, khususnya pada ruang-ruang yang terisi oleh seniman muda musik tradisi. Berangkat dari pengamatan di lingkup terdekat saya dan juga renungan. Pada sudut pandang dan derajat tertentu bisa saja realitas yang…

Seniman Sunda dan Perdamaian di Semenanjung Korea: Endang Sukandar (bagian dua-habis)

oleh Dikdik “venol” Pebriansyah Sebelum membaca tulisan ini, ada baiknya kita lihat kembali tulisan minggu lalu (silakan buka dari sini), mengenai mitos dan perdamaian di Semenanjung Korea. Berpijak pada legenda tua Korea, tahun 2012 kota Gyeongju mengadakan festival bertajuk ‘Gyeongju World Traditional Wind Instrument Festival’. Acara tersebut merupakan kegiatan dengan semangat membangun perdamaian antara negara-negara…

Pengelolaan Bunyi di Ruang Pertunjukan

Oleh Dy Murwaningrum Tulisan ini merupakan tulisan lawas saya yang pernah dimuat pada media online Qureta.com (di sini). Kendati pun begitu, nampaknya tulisan ini belum secara luas terbaca oleh kalangan yang terhubung langsung dengan dunia panggung. Berikut adalah kutipan artikel tersebut : ‘Gaung. Feedback beradu dengan alunan musik. Dan kopi masih hangat di sebuah kafe suatu…

Korea: Antara Mitos, Musik Perdamaian dan Kemelut Perang

68 tahun lamanya Korea Utara dan Korea Selatan dilanda suasana yang cukup menegangkan. Bagaimana tidak membuat cemas warga kedua negara dan warga dunia, karena saat itu sentimen antara dua negara seperti tidak akan ada ujungnya. Perang yang meletus tahun 1950 menyebabkan kurang lebih 2 juta hingga 4 juta orang tewas. Perang pernah berahkir tahun 1953,…

Samantha

oleh : Anindya Maulida Rifa (11 tahun, siswa kelas VI SD) Buku ini menceritakan bahwa Risa Saraswati bertemu dengan hantu. Hantu itu bernama Samantha. Samantha menceritakan kisah hidupnya kepada Risa. Samantha adalah seorang gadis kecil yang cantik dengan tubuh yang sangat kurus. Kesan membaca buku ini. Buku ini perlu untuk dibaca, karena ceritanya bagus. Cerita…

100 Tahun Musik Indonesia : Gegap Gempita Ditimpal Kesunyian Kreasi Baru

Oleh : Venny Tania Terkadang saya merasa muak dengan yang namanya tren. Khususnya tren musik, akhir-akhir ini terasa banal. Tidak ada lagi yang orisinil, semuanya kebanyakan hanya pengulangan dan peniruan yang sudah pernah ada, dibungkus sensasi. Katanya euforia meniru ini muncul akibat kemalasan berpikir dan merenungkan filosofi, alih-alih berkreasi dan menciptakan hal baru. Abad 20…

Keroncong dalam Tembang Sunda Cianjuran, Salahkah?

Oleh: Bunga Dessri Nur Ghaliyah Kemajuan teknologi seringkali menjadi kambing hitam atas mundurnya minat masyarakat terutama generasi muda, terhadap kesenian tradisional. Globalisasi sering dianggap sebagai ancaman, padahal tidak menutup kemungkinan bahwa salah satu ancaman yang nyata justru adalah para seniman dalam kesenian itu sendiri. Para seniman sepakat bahwa kesenian tradisi harus selalu dijaga untuk mempertahankan…

Abah Ropih dan Upaya Membangun Kehidupan Seni

Oleh: Bunga Dessri Nur Ghaliyah Jika berkunjung ke kota Bandung, kurang lengkap rasanya jika tidak menginjakkan kaki di Jalan Braga yang merupakan salah satu ikon atau cirikhas kota ini. Pada pertengahan tahun 1920-an, Jalan Braga merupakan pusat belanja elite Eropa, dan hingga saat ini, suasana tempo dulu masih melekat di sepanjang kawasan ini. Rasanya jalan…