Gimana Cara Menerbitkan Buku: Ngobrol Bareng Eugenia Rakhma – podcast

23:05 detik mendengar. Kebetulan Rara (Euginia Rakhma) penulis buku (Benji,Please Be Mine dsb) beberapa waktu lalu main ke Seratpena Reading Corner. Sekalian aja kita ngobrolin soal Gimana Cara Menerbitkan Buku. Ada yang pengen menerbitkan buku? Pengen tulisanmu direspon penerbit? Rara adalah salah satu penulis yang aktif menulis dan memulai karir menulisnya dari nol banget. Doi…

Lacak Jejak Suara Perempuan dalam Sastra – Catatan Dari Bandung Readers Festival (Bagian 6)

Oleh Rena Asyari ….. Jacky”, Martilah njusup kana harigu Jack. “Jacky… […] ulah sieun njeseup kembang nu ragrag kana lahunan! […] Lungas-lengis Martilah njarita teh, panon hurung ku birahi nu teu kalaksanakeun kahajang..[…] “Jacky, kasukaan nu kudu diwudjudken ku urang teh! Keun kuring anu siga seuneu ngentab2 ngarerab djasmani andjeun! Urang suka! Urang Bungah! Hirup…

Membaca Kritis Bersama Zen RS – Catatan Dari Bandung Readers Festival (Bagian 4)

Oleh Rena Asyari Kipas angin yang menggantung di langit-langit kafe Abraham and Smith tak berhenti berputar sejak pukul 12.00 pada Jumat 6 September. Kafe tersebut sesak oleh pembaca. Denting gelas dan aroma kopi yang meruap memenuhi ruangan kafe menjadi semacam pengikat, orang-orang enggan berpindah. Puluhan orang yang menghadiri diskusi sebelumnya masih berkerumun, beberapa ambil bagian…

Sudahkah Kita Mengenal Tradisi? -Catatan Dari Bandung Readers Festival (Bagian 3)

Oleh Dika Dzikriawan Ketika tradisi kerap dianggap kuno dan mulai ditinggalkan oleh kaum milenial, ketika tradisi luput dari perbincangan dan diskusi, Bandung Readers Festival 2019 justru menghadirkan sesi khusus yang mengupas tradisi. Perhelatan pembaca yang menyasar milenial usia 17-40 tahun ini mengusung tema “Perubahan Cara Membaca Di Era Digital”. Era digital yang hari ini kita…

Belajar Menginderai Suara Sendiri – Catatan dari Bandung Readers Festival (Bagian 1)

Oleh Venny Tania Di antara begitu banyak suara, kapan terakhir kali kita mendengarkan dengan seksama? Bukan sembarang bunyi atau kebisingan, melainkan suara asli kita sendiri. Berbekal rasa penasaran, saya memutuskan bergabung dengan pelatihan menulis bertema “Quote no More: Temukan dan Tuliskan Sendiri Suaramu”, bagian dari rangkaian acara Bandung Readers Festival, pada Rabu 4 September 2018….

Kabar dari Festival Anak Bertanya

Minggu pagi, 28 Juni 2019 tampak kesibukan di dalam gedung Sabuga ITB. Beberapa panitia dan petugas kebersihan tampak hilir mudik memastikan kesiapan tempat dan kelengkapan peralatan. Dengan berlatar warna tosca, balon, poto booth dan dekorasi yang cantik tampak meriah tetapi teduh ini memenuhi pandangan mata. Ya! Festival Anak Bertanya digelar untuk yang ke-5 kalinya dengan…

Politik dan Kajian Organologi: Kisah Gamelan Jawa dari Digul

Dyah Murwaningrum Digul. Tanah orang-orang terbuang yang tidak akan pernah selesai dibicarakan. Ada yang tumbang saat perjalanan menuju Digul Atas, ada juga yang mati kesepian karena merindu tanah yang ditinggalkan. Namun ada yang tumbuh dan menumbuhkan kebudayaan baru di sana, karena akar budaya dan pemikiran tidak akan begitu saja mati. Sebuah riset yang dilakukan Margareth…

Iblis Tak Pernah Mati

Oleh : Venny Tania Resensi buku karya Seno Gumira Ajidarma Iblis Tak Pernah Mati (karena Manusia Memeliharanya) Iblis, ia sering menjadi kambing hitam untuk berbagai kerusakan dalam kehidupan manusia. Namun manusialah yang melestarikan eksistensi iblis dalam peradabannya. Ketika era 90-an, kemiskinan, kesenjangan sosial, penangkapan, kegelisahan terepresi, demonstrasi, hingga kerusuhan mewarnai Jakarta. ‘Iblis Tak Pernah Mati’…

Cerita Seratpena Tentang Bincang Edukasi #43 – Bandung

oleh Dyah Murwaninrum 16 Maret 2019. Hari Sabtu yang dingin di Bandung tak membendung semangat kami (Seratpena) untuk bergegas menuju TK Santo Yusup di Jalan Jawa, Bandung. Udara lembab kali ini lebih hangat dan bahkan memanas dengan keceriaan BINED #43 yang kami ikuti. Acara ini diadakan berkala dan siapapun dapat menghadirinya, tanpa dipungut biaya. Kami…